pengunjung

Minggu

MAKALAH PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA DINI

Baca Juga

MAKALAH PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA DINI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Alloh SWT yang telah menganugerahkan beribu-ribu nikmat kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan makalah ini.
Fakta membuktikan bahwa setiap manusia yang mencapai usia lebih dari 40 tahun akan mengalami masa dewasa yang pada saat itu manusia dapat menentukan dan meningkatkan pola pikir, pola sikap dan pola tindak sehingga manusia tersebut dikatakan dewasa. Masa dewasa awal merupakan masa penuh konflik antara ketiga pola diatas.
Makalah ini sengaja disusun untuk mengetahui bagaimana masa dewasa itu, bagaimana ciri-ciri orang dewasa itu dan sebagainya.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Drs. Ahmad Zainal Arifin yang telah membimbing penulis dan rekan-rekan yang telah membantu dan berpartisipasi dalam penyusunan makalah ini.
  
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR…………………………………………………...……............ i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………............. ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang Masalah………………………………………………......  3
1.2.Rumusan Masalah……………………………………………………….... 3
1.3.Tujuan Penulisan………………………………………………………….. 3
1.4.Manfaat Penulisan………………………………………………………… 3
1.5.Metodologi Penulisan…………………………………………………......  3
BAB II PEMBAHASANBAB II PEMBAHASAN
2.1. Pandangan tentang Dewasa………………………………………….........  4
2.2. Ciri-ciri Masa Dewasa Dini……………………………………………….. 4
2.3. Menjadi orang Dewasa yang Dewasa……………………………………..  6
2.4. Tugas perkembangan Masa Dewasa Dini………………………………     7
2.5. Perubahan Minat Pada Masa Dewasa Dini…………………………….      8
2.6. Mobilitas Sosial Pada Masa Dewasa Dini……………………………...    10
2.7. Penyesuaian Peran Seks Pada Masa Dewasa Dini……………………       11
2.8. Bahaya Personal Dan Sosial Pada Masa Dewasa Dini……………….       11
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan …………………………………………………………….     12
3.2. Saran……………………………………………………..……………..     12
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Setelah mengalami masa kanak-kanak dan remaja yang panjang, seorang individu akan mengalami masa dimana ia telah menyelesaikan pertumbuhannya dan mengharuskan dirinya untuk berkecimpung dengan masyarakat bersama dengan orang dewasa lainnya. Dibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, masa dewasa adalah waktu yang paling lama dalam rentang hidup yang ditandai dengan pembagiannya menjadi 3 fase yaitu; masa dewasa dini, masa dewasa madya, dan masa dewasa lanjut (usia lanjut).
Masa dewasa dini biasanya dimulai sejak usia 18 tahun sampai dengan kira-kira usia 40 tahun dan biasanya ditandai dengan selesainya pertumbuhan pubertas dan organ kelamin anak telah berkembang dan mampu berproduksi. Pada masa ini, individu akan mengalami perubahan fisik dan psikologis tertentu bersamaan dengan masalah-masalah penyesuaian diri dan harapan-harapan terhadap perubahan tersebut.

1.2. Rumusan Masalah

1.      Untuk memudahkan pembahasan, maka penulis merumuskan beberapa masalah yang    dipaparkan dalam makalah ini.
2.      Bagaimana sebenarnya ciri-ciri masa dewasa dini itu?
3.      Apa saja tugas perkembangan masa dewasa dini?
4.      Bagaimana mobilitas social dan penyesuaian peran seks pada masa dewasa dini?

1.3. Tujuan Penulisan

1.      Untuk mengetahui perkembangan dan ciri–ciri pada masa dewasa dini.
2.      Untuk memahami perkembangan sosial dan perkembangan jiwa pada masa dewasa dini.
3.      Untuk memberikan penjelasan tentang tugas, peran, dan permasalahan pada masa dewasa dini.

1.4. Manfaat Penulisan

1.      Untuk menambah wawasan bagi kita sebagai calon pendidik.
2.      Dapat mengetahui keadaan psikologi masa dewasa.
3.      Dapat meningkatkan kepribadian sebagai remaja yang mulai memasuki masa dewasa.

1.5. Metodologi Penulisan

Dalam penyusunan makalah ini kami menggunakan metode penulisan studi kepustakaan dari berbagai sumber yang berupa buku, internet, dan media cetak lainnya.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pandangan tentang Dewasa

Fase dewasa terdiri atas dewasa muda, yakni 21-40 tahun, dewasa madya, 40-64 tahun, dan lanjut usia, di atas 64 tahun. Setiap pembagian fase memiliki cirri-ciri khusus yang unik. Dewasa muda biasanya orang yang membuka pergaulan, mancari teman intim dan meniti karier. Kegagalan dalam berteman inyim akan membuat orang dewasa muda ini mengisolasi diri selama beberapa waktu. Perasaan kosong dan tak bermakna juga muncul pada usia ini.
Memasuki dewasa madya orang mulai berminat membina generasi yang lebih muda. Kepedulian terhadap orang lain dadn kelangsungan hidupnya adalah hal yang bermakna. Tanpa generasi muda hidup para dewasa madya dirasa tidak lengkap. Pada usia lanjut manusia hidup dari apa yang telah dibangunnya. Ia memahami sejarah hidupnya melibatkan generasi sebelumnya. Tak jarang muncul penyesalan tentang hal-hal yang tidak dilakukan pada usia muda. Ketidaksiapan menghadapi akhir kehidupan membuatnya takut akan kematian.
Memahami fase perkembangan manusia secara psikologis perlu dilengkapi dengan konsep berpikir bahwa setiap fase harus dilewati dengan baik dan tuntas. Stagnansi atau tidak selesainya tugas-tugas pada suatu fase cenderung mengembalikan orang pada fase tersebut meskipun ia sudah dewasa, bahkan lanjut usia. Tulisan ini hanya memaparkan sebagian kecil dari psikologi peerkembangan manusia yang komples.

2.2. Ciri-ciri Masa Dewasa Dini

Masa dewasa dini adalah masa awal seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial baru. Pada masa ini, seseorang dituntut untuk memulai kehidupannya memerankan peran ganda seperti peran sebagai suami/isteri dan peran dalam dunia kerja (berkarir).
Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa sulit bagi individu karena pada masa ini seseorang dituntut untuk melepaskan ketergantungannya terhadap orang tua dan berusaha untuk bias mandiri. Di bawah ini ada 10 ciri-ciri masa dewasa dini yaitu;

2.2.1. Masa Pengaturan (settle down)

Pada masa ini seseorang akan “mencoba-coba” sebelum ia menentukan mana yang sesuai, cocok, dan memberi kepuasan permanen. Ketika ia sudah menemukan pola hidup yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, ia akan mengembangkan pola-pola prilaku, sikap, dan nilai-nilai yang cenderung akan menjadi kekhasannya selama sisa hidupnya.

2.2.2.   Masa Usia Produktif

Dinamakan sebagai masa produktif karena pada rentang usia ini adalah masa-masa yang cocok untuk menentukan pasangan hidup, menikah, dan berproduksi/menghasilkan anak. Pada masa ini organ reproduksi sangat produktif dalam menghasilkan individu baru (anak).

2.2.3.   Masa Bermasalah

Masa dewasa dini dikatakan sebagai masa yang sulit dan bermasalah. Hal ini dikarenakan seseorang harus mengadakan penyesuaian dengan peran barunya (perkawinan VS pekerjaan). Jika ia tidak bias mengatasinya maka akan menimbulkan masalah. Ada 3 faktor yang membuat masa ini begitu rumit yaitu; Pertama, individu tersebut kurang siap dalam menghadapi babak baru bagi dirinya dan tidak bisa menyesuaikan dengan babak/peran baru tersebut. Kedua, karena kurang persiapan maka ia kaget dengan 2 peran/lebih yang harus diembannya secara serempak. Ketiga, ia tidak memperoleh bantuan dari orang tua atau siapapun dalam menyelesaikan masalah.

2.2.4.   Masa Ketegangan Emosional

Ketika seseorang berumur duapuluhan (sebelum 30-an), kondisi emosionalnya tidak terkendali. Ia cenderung labil, resah, dan mudah memberontak. Pada masa ini juga emosi seseorang sangat bergelora dan mudah tegang. Ia juga khawatir dengan status dalam pekerjaan yang belum tinggi dan posisinya yang baru sebagai orang tua. Maka kebanyakan akan tidak terkendali dan berakhir pada stress bahkan bunuh diri. Namun, ketika sudah berumur 30-an, seseorang akan cenderung stabil dan tenang dalam emosi.

2.2.5.   Masa Keterasingan Sosial

Masa dewasa dini adalah masa dimana seseorang mengalami “krisis isolas”, ia terisolasi atau terasingkan dari kelompok sosial. Kegiatan social dibatasi karena berbagai tekanan pekerjaan dan keluarga. Hubungan dengan teman-teman sebaya juga menjadi renggang. Keterasingan diintensifkan dengan adanya semangat bersaing dan hasrat untuk maju dalam berkarir.

2.2.6.   Masa Komitmen

Pada masa ini juga setiap individu mulai sadar akan pentingnya sebuah komitmen. Ia mulai membentuk pola hidup, tanggungjawab, dan komitmen baru.

2.2.7.   Masa Ketergantungan

Pada awal masa dewasa dini sampai akhir usia 20-an, seseorang masih punya ketergantungan pada orang tua atau organisasi/instnasi yang mengikatnya.

2.2.8.   Masa Perubahan Nilai

Nilai yang dimiliki seseorang ketika ia berada pada masa dewasa dini berubah karena pengalaman dan hubungan sosialnya semakin meluas. Nilai sudah mulai dipandang dengan kaca mata orang dewasa. Nilai-nilai yang berubah ini dapat meningkatkan kesadaran positif. Alasan kenapa seseorang berubah nilia-nilainya dalam kehidupan karena agar dapat diterima oleh kelompoknya yaitu dengan cara mengikuti aturan-aturan yang telah disepakati. Pada masa ini juga seseorang akan lebih menerima/berpedoman pada nilai konvensional dalam hal keyakinan. Egosentrisme akan berubah menjadi social ketika ia sudah menikah.

2.2.9.   Masa Penyesuaian Diri dengan Hidup Baru

Ketika seseorang sudah mencapai masa dewasa berarti ia harus lebih bertanggungjawab karena pada masa ini ia sudah mempunyai peran ganda. (peran sebagai orang tua dan sebagai pekerja.

2.2.10. Masa Kreatif

Dinamakan sebagai masa kreatif karena pada masa ini seseorang bebas untuk berbuat apa yang diinginkan. Namun kreatifitas tergantung pada minat, potensi, dan kesempatan.

2.3. Menjadi orang Dewasa yang Dewasa

Di masyaarakat istilah “Dewasa” sebdiri banyak mengalami perluasan makna.Dewasa berarti bisa memilkiki otoritas atas diri sendiri,lebih bijaksana dalam bersikap,tidak sepihak atau egois, bisa memahani diri sendiri dan orang lain, berpikir terbuka, dapat berkomunikasi secara efekti dengan orang lain, dll.Itu artinya menjadi dewaasa adalah sesuatu yang bernilai positif. Hal tersebut karena:

2.3.1.   Dewasa mengacu pada kematangan

Kematangan itu terwujud dalam pikiran, sikap, dan tindakan. Kematangan pikiran artinya mampu berpikir terbuka, berpikir tidak dari susut pandang dirinya sendiri(tidak egosentris), berpikir obyektif.
Kematangan juga tampak pada mereka yang bisa berpikir terbuka. Orang dewasa yang matang tidak lagi rusuh melihat orang atau kelompok lain yang berbeda gaya hidup, selera dan aturan main. Berbeda dengan remaja yang senang mengomentari orang atau kelompok yang lain.
Bisa menerima perbedaan perbedaan pandangan, bisa menilai motif di balik perilaku atau tindakan orang lain,bisa memahami cara berpikir orang lain yang berbeda dengannya adalah karakteristik orang dewassa yang matang yang mampu berpikir terbuka.

2.3.2.   Dunia orang dewasa juga diwarnai oleh kemandirian

Biasanya orang dewasa merasa risih bila kehidupannya masih dikontrol oleh orang lain, terutama oleh orang tua. Karena merasa dewasa juga merasa tahu apa yang harus dilakukan, kapan dan konsekwensi dari segala tindakannya.
Saat ini seseorang mulai lambat laun melepaskan diri dari ikatan ketergantungannya dengan keluarga dan orang tua. Mencari pekerjaan, pasangan hidup, hubungan profesionalisme masa depan, mengejar ambisi, dll. Bila berhasil pada masa ini, biasanya akan terbentuk pribadi orang dewasa yang bertanggung jawab. Bila tidak, kehidupan orang dewasa yang penuh konsekuensi dan tanggung jawab akan dirasakan sebagai sesuatu yang berat, membebani dan menakutkan.

2.3.3.   Mampu memahami diri dan orang lain dengan baik

Bila mind set diubah kearah positif maka manusia akan merasa lebih nyaman terhadap dirinya, dan tidak perlu memusingkan apa yang dikomentari oleh orang lain. Bahkan komentar orang lain menjadi dorongan untuk berbuat yang lebih baik.

2.3.4.   Adanya pola komunikasi yang efektif

Seringkali kita merasa tidak nyaman bila berkomunikasi dengan sesorang, padahal materi yang disampaiknnya tidak ada masalah. Hal tersebut dikarenakan ada orang-orang tertentu yang bila berbicara bernada menggurui, selalu mengkritik atau ada tendensi menjatuhkan. Ini semua ada kaitannya dengan apa yang disebut ego state.
Sebagai orang dewasa, yang ideal adalah bila ia menjalankan ego state-nya sebagai orang dewasa yang memiliki karakteristik: Berbicara sesuai fakta, objektif dan tidak judgemental.
Dari semua karakteristik orang dewasa matang, mandiri, mampu berempati, dan pola komunikasi yang efektif, satu hal yang paling penting adalah menjadi orang dewasa yang senantiasa membuka diri untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Tidak ada manusia dewasa yang paling dewasa, yang paling hebat, paling mandiri dan paling sukses, karena tugas perkembangan manusia berjalan sepanjang kehidupan, mereka yang mampu belajar dan terus berusaha memperbaiki diri akan dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungan yang baik.

2.4. Tugas perkembangan Masa Dewasa Dini

Pada masa dewasa dini, banyak sekali harapan-harapan yang ditujukan masyakat pada mereka yang memang berada pada masa ini. Banyak sekali tugas-tugas yang harus dikembangkan, dan tingkat penguasaan tugas-tugas ini akan sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka ketika sudah berusia setengah baya.
Tugas perkembangan masa dewasa dini meliputi:

2.4.1.   Pekerjaan

Seorang individu diharapkan sudah mendapatkan suatu pekerjaan yang layak ketika ia berada pada masa dewasa dini sehingga ia bisa dianggap mampu dan mempunyai peran atau posisi dalam masyarakat.

2.4.2.   Pengakuan Sosial

Masa ini adalah masa dimana seseorang ingin mendapatkan legalitas dan pengakuan dari masyarakat/kelompok sekitarnya. Ia menerima tanggungjawab sebagai warga Negara dan akan bergabung dengan komunitas social yang cocok dengannya.

2.4.3.   Keluarga

Pada masa ini seseorang mulai mencari dan memilih pasangan hidup yang cocok, lalu menikah, mempunyai anak, kemudian membina rumah tangga. Ia mempunyai peran baru yaitu sebagai orang tua.

2.5. Perubahan Minat Pada Masa Dewasa Dini

Seiring dengan bertambahnya tugas dan tanggungjawab yang harus diemban seseorang ketika ia sudah menginjak masa dewasa dini, seseorang akan mengalami pergeseran bahkan pengurangan bobot minat/keinginan terhadap sesuatu. Hal ini disebabkan karena minat yang sudah ada pada dirinya sejak masa kanak-kanak atau remaja terkadang sudah tidak sesuai lagi dengan perannya sebagai orang dewasa selain itu juga bisa disebabkan oleh minat yang tidak lagi memberi kepuasan seperti semula.
Masa dewasa dini tidak selalu menghilangkan minat seseorang tetapi juga dapat membuat bobot pada minat yang dimiliki seseorang bergeser. Ketika usia bertambah, orang biasanya tidak memperoleh minat baru kecuali bila ia mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan minat itu.
Ada 3 jenis minat yang dapat dianggap sebagai cirri orang dewasa, antara lain:

2.5.1.   Minat Pribadi; meliputi penampilan, pakaian & perhiasan, status, symbol kedewasaan, uang dan agama.

Ketika sudah dewasa banyak terjadi perubahan penampilan yang dialami seseorang seiring dengan perubahan fisiknya. Ia mulai bisa memanfaatkan penampilan tersebut dan berusaha untuk memperbaiki penampilan. Hal ini dikarenakan kesadaran bahwa penampilan yang menarik adalah potensi besar dalam meningkatkan pergaulan. Minat untuk meningkatkan penampilan mulai berkurang menjelang umur 30-an ketika ketegangan dalam pekerjaan dan rumah tangga terasa kuat.
Walaupun usia semakin bertambah namun minat terhadap pakaian dan perhiasan juga ikut bertambah. Hal ini berhubungan dengan prestise dan nilai seseorang dalam pergaulan.
Status adalah tanda-tanda tertentu yang membedakan seseorang dengan orang lain. Symbol status dapat berupa mobil, rumah dan harta benda laiinya yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya status seseorang dan dipandang sebagai bukti keberhasilan ekonomi. Orang dewasa dini biasanya berusaha menaikkan statusnya dengan cara memiliki simbol-simbol status seperti yang diterangkan di atas.
Orang-orang dewasa beranggapan bahwa uang dapat memenuhi kebutuhan hidup saat ini. Maka ia akan berusaha untuk memiliki banyak uang.

2.5.2.   Minat Rekreasional;

Pada masa remaja bahkan kanak-kanak, orang berekreasi hanya sekedar ikut-ikutan atau diajak orang lain/keluarga dan hanya berfungsi untuk bermain. Namun pada masa dewasa apalagi jika sudah menjadi orang tua, orientasi dari rekreasi tersebut adalah untuk menghilangkan kepenatan setelah lama bekerja.
Rekreasi bisa berupa berbincang-bincang, bertamasya, berolahraga, hiburan, atau sekedar menyalurkan hobi.

2.5.3.   Minat Sosial

Seperti telah dijelaskan di awal bahwa masa dewasa dini adalah masa keterasingan sosial dimana seseorang (suami/isteri) akan merasa sepi karena mereka kehilangan masa pergaulan yang menyenangkan ketika remaja. Umumnya pergaulan dan kegiatan mereka lebih terpusat pada keluarga. Peran anggota keluarga menggantikan peran teman. Mereka harus bisa mencari penyelesaiannya dan berupaya untuk menjalin tali persahabatan baru dengan lingkungan barunya.
Namun pada akhir tigapuluhan atau pertengahan empatpuluhan, mereka sudah mempunyai banyak teman karean umumnya minat social mereka sudah berkembang dan stabil.
Pada masa dewasa, minat pribadi akan semakin berkurang dan minat sosial akan semakin bertambah.

2.6. Mobilitas Sosial Pada Masa Dewasa Dini

Ada dua macam mobilitas yang berperan penting pada masa dewasa dini yaitu mobilitas geografis dan mobilitas sosial.
Mobilitas geografis berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan alasan pekerjaan. Mobilitas sosial berarti berpindah dari satu kelompok social ke kelompok sosial lain baik pada tingkat yang sama, yang lebih tinggi, atau lebih rendah. Umumnya, orang muda ingin berpindah ke mobilitas sosial yang lebih tinggi maka ia akan berusaha meningkatkan tangga social tersebut dengan meningkatkan popularitas dan berperan dalam kepemimpinan, meningkatkan pendidikan, lulus perguruan tinggi bergengsi, dan berperan serta aktif dalam kegiatan masyrakat golongan atas. Daya tarik fisik adalah modal utama perempuan dalam meningkatkan mobilitas sosial sedangkan laki-laki adalah pendidikan tinggi untuk mencapai mobilitas sosial yang tinggi pula.
  

2.7. Penyesuaian Peran Seks Pada Masa Dewasa Dini

Penyesuain peran seks pada masa dewasa dini sangatlah sulit. Ketika masa remaja, laki-laki dan perempuan menyadari akan peran peraturan dan peran seks yang direstui oleh masyarakat, tetapi ketika mereka telah dewasa, biasanya peraturan dan peran seks tersebut tidak bisa diterima sepenuhnya.
Pada konsep tradisional, peran seks lebih dominan untuk kaum pria. Ketika sudah menikah biasanya laki-laki menduduki posisi yang paling tinggi dan berwenang dalam mengambil keputusan. Sedangkan perempuan tidak diharapkan bekerja di luat rumah tetapi hanya mengurus anak-anak di dalam rumah.
Berbeda dengan konsep egalitarian yang menjunjung tinggi persamaan derajat antara pria dan wanita. Setiap laki-laki atau perempuan, suami-isteri mempunyai porsi yang sama dan mempunyai kesempatan yang sama dalam mengaktualisasikan potensinya.
Konsep persamaan hak ini dapat diterima oleh semua kelompok sosial termasuk kelompok tradisional.
2.8. Bahaya Personal Dan Sosial Pada Masa Dewasa Dini
Seseorang terlihat belum matang pada usia dini diakibatkan oleh kegagalannya dalam menguasai beberapa atau sebagian besar dari tugas perkembangan yang penting pada masa dewasa dini.
Kegagalan dalam menguasai tugas perkembangan masa dewasa dini dapat mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosial seseorang. Mereka akan selalu merasa kecewa dan tidak puas dengan apa yang dimiliki dibandingkan dengan orang dewasa seusianya. Beberapa bahaya personal dan sosial pada masa dewasa dini diantaranya;

2.8.1.   Bahaya Fisik

Bahaya fisik yang paling penting dan paling umum dalam masa dewasa dini adalah bentuk fisik dan penampilan yang kurang menarik yang mempersulit penyesuaian diri pribadi dengan kehidupan sosial.

2.8.2.   Bahaya Sosial dan Bahaya Peran Seks

Mendapatkan suatu kelompok sosial tempat mengidentifikasi diri khususnya dalam mobilitas sosial dan penerimaan peran seks tradisional merupakan hambatan kejiwaan yang harus ditanggulangi setiap orang dalam kehidupan pribadi dan sosial mereka.
  

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Masa dewasa dini adalah masa terpanjang setelah masa kanak-kanak dan masa remaja. Masa ini adalah masa dimana seseorang harus melepaskan ketergantungannya dari orang tua dan mulai belajar madiri karena ia sudah mempunyai peran dan tugas-tugasnya yang baru.
Tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dini jika tidak dioptimalkan dengan baik akan menjadi bumerang bagi dirinya sendiri di masa yang akan datang. Perubahan minat, mobilitas sosial, dan penyesuaian peran seks pada masa ini juga sangat berpengaruh bagi tiap individu.
Bahaya personal dan sosial sering diakibatkan oleh ketidak matangan seseorang pada masa ini yang ditandai dengan kegagalannya dalam menjalankan tugas-tugas perkembangan pada masa dewasa dini.

3.2. saran

Masa dewasa yang dipenuhi dengan tanggung jawab dan konsekuensi hidup, maka kita harus benar-benar menjadi sosok seorang dewasa yang dewasa. Tidak ada manusia dewasa yang paling dewasa, yang paling hebat, paling mandiri dan paling sukses, karena tugas perkembangan manusia berjalan sepanjang kehidupan, mereka yang mampu belajar dan terus berusaha memperbaiki diri akan dapat senantiasa menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungan yang baik.
  
DAFTAR PUSTAKA
1.      Elizabeth B. Hurlock. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Erlangga. 1980
2.      Danio, Agoes. 2003. Psikologi perkembangan dewasa muda. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia
3.      Haqani, Luqman. Karena Kamu Sudah Dewasa. Bandung
4.      www://kangfurqon.Blogspot.com

thumbnail Title : MAKALAH PERKEMBANGAN PADA MASA DEWASA DINI
Posted by : Evi Sulistiani
Published : 2018-05-13T12:14:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews
Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • Popular
  • Categories