pengunjung

Selasa

PEMILU 2018 DAN 2019

Baca Juga

POROS PEMILU 2019 BISA DI SEBUT POROS PENJILAT

Ada yang bilang tahun 2018 ini adalah tahun politik sesuai dengan agenda Pilkada dan menjelang Pilpres 2019. Tahun politik yang dipenuhi aroma kemunafikan dan kebusukan untuk mempertahankan kelanggengan kekuasaan pada diri dan kelompok pendukungnya.

Setiap mendekati even Pilpres bermunculan  individu maupun individu yang membawakan kelompoknya  untuk bersatu padu menyatukan barisan menyusun kekuatan jilatan yang menggunakan berbagai aroma rasa agar lidahnya terus bisa menjilat sesuai kebutuhannya.

Individu dan segerombolan yang menginginkan kekuasaan sudah memulai berbagai cara untuk mendapatkan tempat kedudukan yang di inginkannya dengan berbagai macam cara agar dapat dilirik dan cipratan dari penguasa memandang dirinya dan kelompoknya.

Ketika jilatan sudah mulai dikeluarkan dari mulutnya yang terbayang dalam benaknya adalah bagaimana yang dijilat segera memperhatikan statemennya di berbagai media massa dan mendapat respon yang signifikan.

Para penjilat sudah tidak berfikir rasional terhadap dukungan kelompoknya selama ini sehingga dapat eksis mendapat sedikit cipratan kedudukan baik eksekutif maupun legislatif. Melupakan pemilihnya dengan menggunakan momentum kedudukan yang ingin diraihnya berupa jilatan-jilatan kalimat busuk yang dikeluarkan dari mulut berbisanya.

Bila tergabung pada kelompok satu, dia akan berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk disimpannya dalam memori dan di ketiaknya. Kelak informasi ini akan dikeluarkan bila diperlukan untuk menjatuhkan dan mencari kejelekan kepada kelompok lain yang akan didukungnya.

Pada penjilat akan leluasa memainkan perannya tanpa ada batasan rasa cetika dalam membangun informasi yang bermartabat. Informasi rahasia dan strategi yang dipunyai ketika bergabung dalam satu kelompok akan digunakan sebagai bahan untuk mendapatkan kedudukan yang di inginkannya.

Mulai mengeluarkan pernyataan-pernyataan dengan logika mengaburkan kondisi nyata saat ini dimana masyarakat secara umum mengalami kesulitan akibat berbagai macam kebutuhan yang terus beranjak naik akibat naiknya harga BBM yang naik tanpa permisi.

Poros Penjilat bisa dilakukan sekumpulan individu atau kelompok yang memiliki tujuan sama denagn tujuan membela untuk mendapatkan imbalan tertentu. Bila jilatan itu berasal dari individu dan diamini oleh bong yang sama maka jilatan itu seolah-olah suatu kebenaran karena ada sekelompok pembelanya.

Penjilat memiliki sikap bermuka dua, itu merupkan salah satu kepribadian manusia yang memiliki sisi negatif. Bisa dilihat kebiasaan seorang penjilat sejatinya sedang melakukan pembohongan pada nuraninya. Apa yang disampaikan di publik sejatinya  berlawanan dengan nuraninya . Ia rela melakukan apa saja secara berlebihan demi mendapatkan perhatian dan pengakuan dari orang yang dijilatnya.

Poros penjilat tidak ada habis-habisnya menjilati kebijakan yang merugikan masyarakat. Poros penjilat terus berargumentasi dengan mengabaikan kenyataan yang terjadi sambil berharap mendapatkan pujian.

Poros penjilat berkembang dengan kekuatan sekolam melalui tepukan bong yang terus bermunculan di saat musim hujan. Sebagai satu barisan yang sama, mereka terus mensuport poros penjilat agar bersama-sama membesarkan porosnya itu.

Poros penjilat semakin leluasa bergerak melalui media-media yang dianggap terafiliasi ke dalam barisan poros penjilat. Kekuatan media yang dibangun melalui penguasaan informasi diharapkan dapat menyampaikan informasi yang di inginkan oleh para sekutunya.

Poros penjilat sepertinya kurang memahami atau pura-pura tidak tahu kalau rakyat juga bisa membuat tandingan yang dapat meruntuhkan kekuatan poros penjilat melalui berbagai gerakan moral baik lahir maupun batin.

Bila poros penjilat ini terus menerus menjulurkan lidahnya dengan melakukan jilatan-jilatan tanpa henti, suatu saat air liurnya akan habis, ketika kehabisan air liurnya, bersamaan dengan itu konstituen bisa serentak meninggalkannya tanpa ampun.

Jika sekarang seolah-olah poros penjilat bisa leluasa bergerak dan mendaptkan panggung kehormatan untuk melakukan aksi jilatan tanpa henti untuk mendapatkan pengakuan dan mendapatkan kesempatan meraih kedudukan yang di inginginkannya, maka catatan hitam bagi poros penjilat untuk mendaptkan hukuman dari rakyat dengan tidak memberikan amanah kepadanya.

thumbnail Title : PEMILU 2018 DAN 2019
Posted by : Evi Sulistiani
Published : 2018-04-17T11:40:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews
Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • Popular
  • Categories