pengunjung

Sabtu

gedangan maduran lamongan

Baca Juga



Gedangan maduran lamongan.
Bermula dari hudup ku masa kecil sampai aku sekarang
aku hidup di desa maka jadilah kisah ini yang mengisi geliatnya kehidupan di suatu desa. Desa yang terletak di bantaran bengawan solo, yang memiliki pemandangan indah dan asri dengan sawah dan pematangnya yang menawan,pantai dan taman indah ditepi danau yang berada di pinggiran ketika musim kemarau di Desa dan dikeliligi bengawan solo. Serta dihuni oleh penduduk yang menjunjung semangat toleransi,moral dan semangat gotong royong antar sesama.
Apalagi PEMIMPINNYA sangat bijaksana sekali?.
Sehingga Desa itu sungguh nyaman untuk dihuni
Aku menulis cerita ini hanya sekilas dari cerita dan dari masa-masa ku saja.
Walaupun mungkin antara cerita satu dan lainnya bukan merupakan suatu urutan seperti cerita-cerita yang ada. Tapi semuanya saling terangkai dengan indahnya. Semua cerita terjadi disini.
Ini mulai dari masa kecilku, kesibukan penduduknya hingga beragam kejadian yang terjadi. Semua itu terangkai sangat indah karena mempunyai satu visi yang sama, tidak membedakan satu dengan yang lainnya..
Semua itu memiliki keasikan yang luar biasa di masa kecil ku di mana kebahagian yang tidak bisa dinilai yaitu bersama KELUARGA, GURU dan TEMAN-TEMAN KU.
Tak terasa rindu untuk terciptanya desa yang seperti ini membuat kita atau saya tergali untuk berinteraksi di Desa ini.
Hari demi hari semakin tambah semarak desa ini ?!!!…
Seandainya ada yang peduli !!!!!!!!!!!
mumgkin suatu saat nanti dapat saja cerita ini dan desa ini bisa jadi dongeng menarik untuk anak cucu kita kelak…….!!!!!
Di Sebuah desa yang jauh dari pusat per kota dan jauh dari tempat hiburan-hiburan yang besar seperti diskotik,mol,alun-alun dst yang terletak di bantaran bengawan solo tepatnya di Desa.Gedangan Kecamatan Maduran kabupaten lamongan,
kita akrabnya bias kita sebut sebagai desa Gedangan kenapa di sebut desa gedangan kata nenek-nenek ku sambil bercanda karena buwanyak tanaman pisang yang tumbuh subur dan lebar di desa ini.
Umumnya masyarakat yang ada di desa tersebut adalah petani dan perantauan di kota-kota yang lain. selain sebagai petani dan perantauan mereka juga memiliki pekerjaan lain yang memiliki potensi besar untuk dijadikan usaha.
usaha tersebut adalah membuat GERABAH yaitu kebanyakan dikerjakan oleh wanita di desa itu yang laki-laki yang mengambil tanah dan yang memasarkan.
Tidak bisa diremehkan, dengan mengandalkan tanah liat dari bengawan solo maupun tanah dari sawah mereka gunakan untuk membuat gerabah seperti
“ emble, cobek, wajan, kendi, pot bunga,mainan anak-anak, genuk dan tempat nanak nasi pun mereka buat”.
Hanya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya itu mereka bisa menyekolahkan anak - anak mereka sampai ke perguruan tinggi.
Baik, kita akan menuju ke Gerabah langsung. gerabah yang dibuat berasal dari tanah liat atau tanah sawah yang memiliki kadar air tertentu yang nantinya akan di campur dengan pasir bengawan solo, setelah itu diolah dengan cara di injak injak sampai tingkat perataan yang sesuai dengan expert pembuat. dengan bermodalkan pengetahuan dari nenek moyang maka setiap rumah kebanyakan memiliki ciri khas tersendiri dalam membuat gerabah.
kenapa bisa dikatakan demikian? karena di setiap orang yang membuat terdapat salah satu dari segi ketebalan, estetika, atau yang lain untuk diperhitungkan. sehingga pola pembuatan dari setiap rumah atau orang bisa bervariasi. Dan tergantung pemesanan dari konsumen.
Berjalannya dengan waktu saat tibahnya pergantian pemimpin dan kalahnya salah satu calon pemimpin itu sehingga’
Kabut pagi yang menghilang perlahan sinar mentari yang cerah tertutup awan mendung , mengantarkan saya pada kedamaian hati yang sulit dibagi lagi. Deretan yang dulu mulus sekarang berlobang – lobang , kicau burung yang dulu merdu sekarang tak terdengar lagi, sawah terhampar menyaksikan orang-orang yang sibuk dan semarak melihat keramehan dan tanggisan ,ceria anak-anak yang di desa kami.
1. 1. “Hidup itu akan indah bila kita memandangnya dari sudut yang indah. Jalan terjal berliku juga bisa dijalani dengan mudah kalau kita yakin bahwa jalan tersebut akan menuntun kita pada sebuah kebahagiaan”.
1. 2. “Menang dan kalah pasti akan kita alami dalam sebuah pemilihan yang kalah menerima dengan ihlas kekalahannya terus membantu dengan ihlas yang menang jangan menghambat yang menang dan yang menang tidak boleh lupa dengan yang kalah dan menindas yang kalah”
1. 3. “biarlah pemudah mengantikan yang tua karena pemudah adalah pewaris bangsa”
1. 4. “semua orang pasti mempunyai kelebihan dan kekuaranggan dan kekuranggan itulah menjadikan kita lebih dewasa”
1. 5. “kedamaian dalam masyarakat dan dalam bertetangga apalagi sesama saudara itulah yang dirahmati allah di dalam masyarakat dan akan terciptanya masyarakat yang makmur dan rizki halal bagi kita”
1. 6. “memakan barang bukan milik kita adalah haram hukumnya”
1. 7. “jangan mencari kesalahan orang lain belum tentu orang yang kita cari kesalahan nya itu lebih baik dari pada kita mungkin kita lebih buruk dari pada orang yang kita cari kesalahannya itu”
1. 8. “pemimpin yang bijak adalah pemimpin yang mencari kebenaran itu bukan dari omongan oknum-oknum yang tidak bertangung jawab”
Kata terahir :
Akhlak atau moral harus didahulukan dari segalanya. Sebab, sejelek-jeleknya sistem jika dipegang oleh orang yang bermoral maka jauh lebih bermanfaat bagi yang lainnya. Tetapi, sebaliknya. Secanggih apa pun teknologi dan sistem tetapi berada di tangan orang yang tak bermoral akan mendatangkan bahaya dan membahayakan.
Masyarakat kini sedang rusak dan diperlukannya perbaikan dari segi lini kehidupan. IMAM GHOZALI PERNAH BERKATA. "Kerusakan masyarakat adalah disebabkan oleh pejabat. Kerusakan pejabat disebabkan kerusakan para ulamanya. Dan, kerusakan ulama karena harta dan kedudukan". Dari ungkapan ini dapat kita mengevaluasi diri.
Kerusakan ini beruntun saling silih berganti. Mengubahnya pun tidak semudah membalik tangan. Perlu sebuah proses panjang dan kerja sama yang kokoh. Banyak cerita kehancuran sebuah kekuasaan disebabkan tak bermoralnya masyarakat, penguasa, para ilmuan yang mendewakan harta dan jabatan. Mungkinkah bangsa dan masyarakat ini dari golongan tersebut?
Sekarang mana yang harus didahulukan. Moral atau hukum? Jika hukum yang didahulukan tetapi pelaku hukum tak bermoral akan mengakibatkan kerusakan yang semakin besar. Tapi, jika moral yang didahulukan pastinya hukum tak akan bermanfaat. Sebab, adanya hukum adalah untuk menindak orang-orang yang tak bermoral.
Semoga Indonesia lebih baik. Menjadi bangsa dan masyarakat yang bermartabat. Bangsa dan masyarakat yang berperadaban. Bangsa dan masyarakat yang berilmu pengetahuan. Bangsa dan masyarakat yang relegius. Damai,Subur makmur tanahku. Jayalah
Ada kata-kata ku yang menyinggung mohon maaf yang sebesar besarnya ini hanya untuk intropeksi diri kita masing-masing.
Ingin tahu lebih jauh bisa hubunggi no ini 085230213222.
thumbnail Title : gedangan maduran lamongan
Posted by : Evi Sulistiani
Published : 2011-03-26T00:21:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews
Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
  • Popular
  • Categories