pengunjung

Sabtu

fungsi mkchm bojonegoro

Baca Juga

Apa Fungsi MKCHM ( matan keyakinan cita2 hidup Muhammadiya) 


A. SEJARAH PERUMUSAN

DISAHKAN : Pada Muktamar ke-37 tahun 1968 di Yogyakarta
Kedudukan : sebagai hasil tajdid di bidang Ideologi
Disempurnakan : Sidang Tanwir tahun 1969 di Ponorogo
Pada periode : K.H. Faqih Usman dan K.H. A.R. Fakhrudin
setiap yang hidup pasti memiliki sebuah cita-cita, bahkan kita hidup ini harus memiliki sebuah cita-cita, dengan cita-cita kita hidup, dengan cita-cita pula kita ber ambisi. tetapi cita-cita tanpa sbuah keyakinan adalah sebuah mimpi belaka.
cita-cita di iringi dengan keyakinan akan memberikan kita hiroh (semangat) dalam mengejar cita-cita kita itu.
Muhammadiyah sebagai PERSYARIKATAN memiliki 5 teks cita-cita yang merupakan sebuah impian yang diiringi dengan sebuah keyakinan.
TEKS (MATAN)Muhammadiyah tersebut yaitu:

1. Mewujudkan Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.

artinya: Para sekutu Muhammadiyah harus bersih dari penyakit TBC/ Bid’ah, khurofat, Tahayul dll

2. Menjadikan Islam adalah agama rahmatan lil alamin

artinya: Islam adalah agama untuk semua yang ada di dunia ini, di pelajari oleh siapa saja, dan diamalkan untuk siapa saja adalah menjadi cita-cita Muhammadiyah.
3. Dalam amalan Muhammadiyah berdasarkan Al-Qur’an, Hadits
4. Melaksanakan ajaran-ajaran Islam meliputi segala bidang, baik Akhlak, Aqidah, Ibadah, Muamalah
5. BALDATUN THOYIBATUN WARABBUN GHOFUR
Menjadikan Indonesia negara adil makmur penuh dengan ampunan Allah swt
5 MKCH tersebut terbagi menjadi 3 kelompok
a.kelompok pertama berisi tentang “Ideologi”
kelompok satu ini terdiri dari nomor 1 dan 2
b.kelompok kedua berisi tentang “Faham agama”
kelompok dua ini terdiri dari nomor 3 dan 4
c.Kelompok ketiga berisi “fungsi dan misi Muhammadiyah”
Kelompok tiga ini terdiri dari nomor 5
ingat: Fungsi dan misi manusia berbeda dengan Fungsi dan misi Muhammadiyah,
hidup perlu cita-cita, cita-cita perlu keyakinan, mari bersama-sama yakin untuk meraih 5 cita-cita Muhammadiyah tersebut.
ISI
Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah
1. Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma’ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.
2. Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.
3. Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:
a. Al-Qur’an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;
b. Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur’an yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.
4. Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang:
a. ‘Aqidah
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid’ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
b. Akhlak
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur’an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia
c. Ibadah
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
d. Muamalah Duniawiyah
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu’amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.
5. Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi AllahSWT:
“BALDATUN THAYYIBATUB WA ROBBUN GHOFUR”
(Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)
Catatan:
Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:
1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;
2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta.
thumbnail Title : fungsi mkchm bojonegoro
Posted by : Kang Furqon
Published : 2018-06-02T22:05:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews

Senin

100 akhlak nabi Muhammad

Baca Juga

TELADAN AKHLAK RASULULLAH MUHAMMAD SAW


١. Baginda selalu diam.


٢. Berbicara ketika perlu.


٣. Perbicaraannya fasih , ringkas tetapi padat .


٤. Menghadapkan seluruh tubuhnya bila berbicara dengan seseorang.


٥. Hatinya selalu sedih (inginkan umat dalam kebaikan dan terlepas dari azab الله  swt).


٦. Selalu menundukkan pandangan kerana tawaddu’.


٧. Berfikir terus-menerus.


٨. Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa memperlekehkannya.

٩. Tidak pernah mencela makanan. Apabila suka , Baginda akan makan. Jika tidak , ditinggalkannya tanpa mencelanya.

١٠ . Tidak pernah marah yang ada kaitan dengan urusan dunia.

١١ . Marah bukan kerana nafsu .

١٢ . Apabila kebenaran dipermainkan , Baginda akan bangkit untuk berusaha mempertahankannya.

١٣ . Apabila marah Baginda akan memalingkan muka.

١٤ . Apabila suka Baginda akan memejamkan mata.

١٥ . Tidak pernah berkata kotor , berbuat keji dan melampaui batas.

١٦ . Tidak pernah berteriak-teriak di pasar.

١٧ . Tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malah Baginda memaafkan & berlapang dada .

١٨ . Tangan Baginda tidak pernah memukul selain untuk berjihad dijalan الله  swt.

١٩ . Apabila menghadapi dua  perkara Baginda memilih yang paling mudah selagi ia bukan dalam perkara ma'siat.

٢٠ . Di rumah , Baginda adalah manusia biasa yang membasuh pakaian , memerah susu & membuat sendiri segala keperluan diri.

٢١ . Ketika duduk atau pun berdiri , Baginda selalu berzikir .

٢٢ . Raut wajahnya selalu ceria , perangainya dapat dicontohi dengan mudah , lemah lembut & peramah.

٢٣ . Tidak pernah bersikap keras dan bertindak kasar , berteriak-teriak , lebih-lebih lagi mencela orang lain.

٢٤ . Tiga perkara yang dijauhi ; perselisihan , bongkak & segala yang tidak diperlukan.

٢٥ . Tidak pernah mencela & memaki hamun orang lain.

٢٦ . Tidak pernah mencungkil rahsia orang lain.

٢٧ . Tidak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.

٢٨ . Perbicaraannya memukau sesiapa pun yang mendengarnya lalu terpegun seolah-olah ada burung melintas di atas kepala mereka.

٢٩ . Sesiapa yang melihat  Baginda sepintas lalu akan merasa gerun & hormat terhadapnya.

٣٠ . Sesiapa yang selalu bergaul & telah dekat mengenali Baginda, akan menyayanginya sepenuh jiwa raga.

٣١ . Baginda pasti memberi tempat kepada orang yang ingin duduk & tidak membezakan dikalangan mereka.

٣٢ . Sesiapa yang meminta sesuatu , pasti dipenuhinya atau jika sebaliknya ditolak dengan tutur kata yang lemah lembut.

٣٣ . Tangan Baginda selalu terbuka kepada sesiapa sahaja tanpa pilih kasih . Baginda adalah ayah bagi mereka semua .

٣٤ . Dimanana pun Baginda berada , disitu terpancar cahaya ilmu , sikap malu & sabar serta amanah .

٣٥ . Tidak ada yang berani meninggikan suara dihadapan Baginda kerana kewibawaan Baginda .

٣٦ . Semua mengakui keutamaannya kerana ketaqwaannya ; menghormati orang tua , menyayangi yang kecil , mengutamakan orang yang ada hajat , menjaga keperluan & kebajikan orang asing.

٣٧ . Tidak terus memotong percakapan orang lain. Jika ingin memotong ,  Baginda hentikan dahulu ataupun berdiri.

٣٨ . Paling berlapang dada.

٣٩ . Paling tepat dalam berbicara.

٤٠ . Paling halus keperibadiannya.

٤١ . Paling ramah & beradab dalam pergaulan & muamalahnya.

(Dipetik daripada Biografi Lengkap Rasulullah saw ; 
oleh Dr Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki) .

ماشاء الله تبارك الله .
الحقير إلى الله .
thumbnail Title : 100 akhlak nabi Muhammad
Posted by : Kang Furqon
Published : 2018-05-28T01:26:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews

100 Doa anak menjadi sholeh dan sholekhah yang ada dalam Al Qur'an

Baca Juga

Doa Orang Tua Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah


1. Doa Nabi Zakaria


‎رَبِّ هَبۡ لِي مِن لَّدُنكَ ذُرِّيَّةٗ طَيِّبَةًۖ إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

(Robbiy habliy mil ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka sami’ud du’a’)
“Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”

(Qs.al-Furqon : 38)


2. Doa Nabi Ibrahim


‎رَبِّ ٱجۡعَلۡنِي مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِيۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلۡ دُعَآءِ

(Robbij’alniy muqimash sholati wa min dzurriyyati robbana wa taqobbal du’a’)
“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku” 

(Qs.Ibrahim : 40)


3. Doa Agar Anak Beriman Dan Bertakwa


‎رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

(Robbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj ‘alna lil muttaqiina imama)
“Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”

(Qs.al-Furqon : 74)


4. Doa Agar Anak Menjadi Sholeh Dan Sholehah


‎اَللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْلَادَنَا أَوْلَادًا صَالِحِيْنَ حَافِظِيْنَ لِلْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ فُقَهَاءَ فِى الدِّيْنِ مُبَارَكًا حَيَاتُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ

(Allahummaj ‘al awladana awladan sholihiin haafizhiina lil qur’ani wa sunnati fuqoha fid diin mubarokan hayatuhum fid dun-ya wal akhirah)
“Ya Allah, jadikanlah anak-anak kami anak yang sholih sholihah, orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, orang-orang yang faham dalam agama  kehidupan mereka didunia dan di akhirat_”

*5. Doa Agar Anak Berbakti Kepada Orang Tua*


‎اَللَّهُمَّ بَارِكْ لِي فِي أَوْلَادِي وَلَا تَضُرَّهُمْ وَوَفِّقْهُمْ لِطَاعَتِكَ وَارْزُقْنِي بِرَّهُمْ

(Allahumma barikliy fii awladiy, wa la tadhurruhum, wa waf fiqhum li tho’atik, war zuqniy birrohum)
“Ya Allah berilah barokah untuk hamba pada anak-anak hamba, janganlah Engkau timpakan mara bahaya kepada mereka, berilah mereka taufik untuk taat kepadaMu dan karuniakanlah hamba rejeki berupa bakti mereka”._

6. *Doa Agar Anak Menjadi Pintar*


‎اَللَّهُمَّ امْلَأْ قُلُوْبَ أَوْلَادِنَا نُوْرًا وَحِكْمَةً وَأَهْلِهِمْ لِقَبُوْلِ نِعْمَةٍ وَاَصْلِحْهُمْ وَاَصْلِحْ بِهِمُ الْأُمَّةَ

(Allaahummam-la’ quluuba aulaadinaa nuuron wa hik-matan wa ahlihim liqobuuli ni’matin wa ashlih-hum wa ashlih bihimul ummah)
“Ya Allah, penuhilah hati anak-anak kami dengan cahaya dan hikmah, dan jadikan mereka hamba-hamba-Mu yang pantas menerima nikmat, dan perbaikilah diri mereka dan perbaiki pula umat ini melalui mereka.”_

7. *Doa Agar Anak Memiliki Pemahaman Agama Yang Benar*


‎اَللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِى الدِّيْنِ وَعَلِّمْهُ التَّأْوِيْلَ

(Allahumma faqqih hu fid diini wa ‘allimhut ta’wiila)
“Ya Allah, berikanlah kefahaman baginya dalam urusan agama, dan ajarkanlah dia ta’wil
(tafsir ayat-ayat al-Qur’an)”
(HR.Bukhari)

8. *Doa Agar Anak Sehat, Cerdas Dan Bermanfaat Ilmunya*


‎اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً وَعَاقِلًا حَاذِقًا وَعَالِمًا عَامِلًا

(Allahummaj’alhu shohiihan kaamilan, wa ‘aqilan haadziqon, wa ‘aaliman ‘amilan)
“Ya Allah, jadikanlah ia anak yang sehat sempurna, berakal cerdas, dan berilmu lagi beramal_"

9. *Doa Agar Anak Diberikan Perlindungan Oleh Allah Swt*


‎أُعِيْذُهم بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

(U’iidzu hu bikalimaatillahit taammati min kulli syaithoniw wahaammatiw wamin kulli ‘ainil laammah)
“Aku memohon perlindungan baginya (sebut nama anak) dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu serta dari pandangan mata buruk_". 

(HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani, diriwayatkan pula oleh Bukhari dan Tirmidzi)

*Doa ini adalah doa yang pernah Rosulullah gunakan untuk mendoakan cucuknya Hasan dan Husein

10. *Doa Agar Anak Mendapat Keberkahan*


‎اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا فِي أَئِمَّتِنَا وَجَمَاعَتِنَا وَأَهْلِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَأَمْوَالِنَا وَفِيمَا رَزَقْتَنَا وَبَارِكْ لَنَا فِيهِمْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

(Allahumma ashlih lana fi aimmatina wa jamaa’atina wa ahlina wadzurriyyatina wa amwaalina wafiimaa razaqtana wa baariklana fiihim fid dunya wal aakhiroh)
“Ya Alloh perbaikilah untuk kami di dalam imam-imam kami, jama’ah kami, keluarga kami, istri-istri kami, anak-anak turun kami, harta-harta kami dan di dalam apa-apa (rizqi) yang engkau berikan kepada kami dan berilah kami kebarokahan dalam urusan mereka di dunia akhirat”
thumbnail Title : 100 Doa anak menjadi sholeh dan sholekhah yang ada dalam Al Qur'an
Posted by : Kang Furqon
Published : 2018-05-28T01:13:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews

Sabtu

Kadar kemampuan manusia

Baca Juga

RAMADHAN PENGOKOH IMAN


Saat ini kita masih berada pada bulan Ramadhan yang penuh berkah. Di negeri ini bulan Ramadhan tahun 1439 H ini datang dalam kondisi situasi negeri yang sangat memprihatinkan. Berbagai problem menerpa bangsa ini mulai dari problem ekonomi, politik, keamanan hingga menyentuh sendi sosial kemasyarakatan.

Sembari mengisi bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, kami mengajak kaum Muslim merenungi situasi yang terjadi. Dengan itu hikmah Ramadhan dapat kita rasakan tidak hanya dalam konteks pribadi, namun juga dalam konteks kita sebagai bagian dari masyarakat negeri ini.

Sesuai Kemampuan
 
Sungguh setiap perkara yang Allah SWT wajibkan atas manusia tidaklah berat karena pasti dalam kadar kesanggupan manusia. Allah SWT berfirman:

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (QS al-Baqarah [2]: 286).

Dalam kondisi tertentu Allah SWT bahkan memberikan rukshah (keringanan) kepada hamba-Nya. Jika tidak mampu shalat berdiri, misalnya, Allah SWT membolehkan shalat dengan duduk; atau jika tidak mampu juga, boleh sambil berbaring. Begitu juga dengan shaum Ramadhan. Yang sakit atau dalam perjalanan, boleh tidak shaum, tetapi wajib mengqadhanya pada hari lain. Demikian seterusnya. Itulah yang Allah SWT kehendaki sebagaimana firman-Nya:

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ

Allah menghendaki kemudahan bagi kalian dan tidak menghendaki kesukaran atas kalian… (QS al-Baqarah [2]: 185).

وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ

Tidaklah Allah menjadikan dalam agama (Islam) ini kesempitan atas kalian. (QS al-Hajj [22]: 78).

Jelas, dalam kondisi normal, setiap kewajiban atau ibadah tidaklah berat. Setiap shalat paling-paling menyita lima menit dari waktu kita. Begitu juga dengan shaum. Sebenarnya hanyalah memajukan waktu sarapan pagi lebih awal dan hanya mengurangi satu dari tiga kali kesempatan makan. Apanya yang berat? Jadi kita hanya diminta untuk menahan diri tidak makan siang. Sejarah tak pernah mencatat ada orang sakit parah, terluka berat, apalagi mati gara-gara shaum. Tak ada juga orang jatuh miskin gara-gara membayar zakat atau patah tulang karena shalat. Yang lebih banyak terbukti, shaum dan shalat membuat orang sehat jasmani dan ruhani. Adapun zakat berdampak bagi penyucian jiwa dan pemerataan kekayaan.
 
Belum lagi pujian dan ganjaran yang telah Allah SWT janjikan bagi hamba-Nya yang taat beribadah. Khusus bagi mereka yang shaum Allah SWT berjanji:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَ اْحتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Siapa saja yang shaum Ramadhan dengan landasan iman dan semata-mata mengharap ridha Allah SWT, niscaya Dia mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Ahmad).

وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ حِينَ يُفْطِرُ، وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ

Bagi orang yang shaum ada dua kebahagiaan yaitu: kebahagiaan saat berbuka dan kebahagiaan saat bertemu Tuhannya (di surga) (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad).

Peran Iman

Jika untuk mengerjakan kewajiban diperlukan kemampuan, tidak demikian halnya untuk meninggalkan keharaman. Sama sekali tidak diperlukan kemampuan. Anda tak memerlukan uang untuk tidak minum alkohol, tidak melacur atau tidak berjudi. Anda juga tidak memerlukan kemampuan fisik untuk tidak membunuh atau tidak korupsi. Bahkan bila Anda tidak berjudi atau menenggak miras, dana akan bisa dihemat. Apalagi fakta membuktikan bahwa setiap pelanggaran terhadap larangan Allah SWT pasti berdampak buruk. Siapa yang menyangkal adanya dampak buruk alkoholisme, prostitusi, perjudian dan sebagainya?

Di sinilah, selain kemampuan, untuk mengerjakan perintah Allah SWT dan meninggalkan larangan-Nya ternyata diperlukan pula kemauan karena berbagai dorongan. Dari sekian macam dorongan itu, yang tertinggi adalah dorongan iman. Tanpa kemauan yang muncul dari iman, kewajiban agama yang sangat ringan sekalipun akan terasa berat dikerjakan. Apalagi kewajiban yang memang memerlukan pengorbanan harta atau bahkan nyawa, tentu akan lebih terasa berat. Dari situlah mengapa perintah shaum Ramadhan ditujukan kepada orang-orang beriman (QS al-Baqarah [2]: 183).

Iman di dada seorang Muslim membuat ia tunduk kepada Allah SWT. Inilah yang akan membuahkan takwa, yakni senantiasa selalu siap sedia mengerjakan perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan-Nya. 
Iman memberikan dorongan kuat untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan keburukan. Dorongan semacam itulah yang menciptakan kemauan. Dengan kemauan seperti itu pula dulu para sahabat ra. berjihad kendati pun pada bulan Ramadhan. Perang Badar, saat 300 tentara Islam melawan sekitar 1000 tentara kafir, terjadi pada bulan Ramadhan tahun 2 Hijrah. Perang Ahzab terjadi pada bulan Ramadhan tahun 5 Hijrah. Pembebasan Kota Makkah (Fathu Makkah) terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijrah. Perang Tabuk—perang pertama tentara Islam melawan kekuatan adikuasa Romawi—terjadi pada bulan Ramadhan tahun 9 Hijrah. Bahkan kisah Pembebasan Spanyol—yang menandai awal masuknya Islam ke daratan Eropa yang dipimpin oleh panglima yang gagah berani, Thariq bin Ziyad rahimahulLâh—juga terjadi pada bulan Ramadhan tahun 92 Hijrah.

Kemauan yang bersumber dari iman inilah yang kini langka pada jiwa kaum Muslim. Akibatnya, sekian banyak perintah agama diabaikan dan sekian banyak larangan agama dilanggar.

Problematika Umat

Sebagaimana Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya, berbagai peristiwa dan kemelut di berbagai aspek kehidupan seakan tak pernah berakhir dan seolah menjadi sesuatu yang biasa bagi kita. Pembunuhan sadis, pemerkosaan menjijikkan, perampokan ganas dan berbagai bentuk kriminalitas keji terjadi hampir tiap hari. Belum lagi tawuran antarpelajar, kerusuhan serta huru-hara merusak yang terus meningkat. Tayangan porno dan kekerasan makin merajalela di TV, internet dan media social. Korupsi dan penyalahgunaan wewenang makin mewabah. Jurang kesenjangan ekonomi makin melebar, sementara berbagai upaya yang telah ditempuh untuk mengatasinya belum membuahkan hasil. Pasalnya, faktor-faktor utama yang menimbulkan kesenjangan—seperti kebijakan peredaran uang (secara ribawi), penanganan milik umum yang kapitalistik, kebijakan perijinan yang hanya memihak pemilik modal besar, dan sebagainya—justru tidak ditangani secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab.

Sudah 20 tahun reformasi berlalu. Problematika yang dulu dipersoalkan ternyata kini masih tampak di depan mata, bahkan semakin parah. Polarisasi di tengah masyarakat semakin menjadi. Hal ini makin dipicu oleh beberapa kebijakan dan statemen para pejabat yang tidak ‘peka’ terhadap kondisi sosial masyarakat yang rentan dan sensitif. 

Secara umum keadaan umat Islam di dunia juga masih menyedihkan. Palestina masih terus dijajah oleh Zionis Israel. Apalagi setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke al-Quds (Jerussalem). Ini menunjukkan secara jelas bagaimana keberpihakan negara adidaya itu terhadap Zionisme Israel. Tentunya tindakan itu memicu kemarahan kaum Muslim di Palestina dan di belahan penjuru dunia.

Nasib memilukan masih dialami juga oleh kaum Muslim di Rohingya, Cina dan daerah konflik lainnya. Mereka tidak bisa menjalani Ramadhan yang mulia ini dengan penuh sukacita. Mereka tak bisa mengisi bulan penuh berkah ini dengan ibadah yang tenang dan khusyuk. Pasalnya, mereka berada dalam situasi konflik dan dalam tekanan rezim yang menindas mereka.

Perlu Kemauan

Kita semua tentu prihatin atas semua problem itu. Untuk mengatasi berbagai problem yang demikian kompleks dan hampir meliputi semua aspek kehidupan itu, tentu diperlukan sejumlah kemampuan. Apabila semua potensi umat sedunia digabungkan niscaya hal itu dapat memenuhi kemampuan yang diperlukan untuk menangani berbagai problem itu, baik problem sosial, ekonomi, politik, maupun militer. Kemampuan lebih dari 1,5 miliar umat Islam sedunia tidak bisa dipandang remeh. Tentu, itu bila mereka bersatu di bawah naungan Khilafah global.

Untuk itu diperlukan kemauan. Dengan kemauan, negara-negara Eropa bisa bersatu dalam Uni Eropa. Jika orang-orang kafir saja bisa bersatu, mengapa umat Islam tidak? Padahal jelas-jelas Allah SWT telah memerintahkan mereka bersatu dan melarang bercerai berai (QS Ali Imran [3]: 103).

Kemauan bersatu tersebut dapat ditumbuhkan dan dibina dengan ibadah puasa Ramadhan. Sungguh ibadah puasa itu akan menempa kemauan dan kemampuan umat Islam untuk menahan hawa nafsu dari bermaksiat maupun untuk taat kepada perintah Allah SWT. Jelas, kemauan bersatu di bawah naungan Khilafah Islam yang menerapkan syariah secara kâffah merupakan manifestasi terpenting dari ketaatan kepada Allah SWT. Tentu hal itu bisa terwujud jika kaum Muslim menjalani shaum dengan kesadaran bahwa problem utama umat Islam hari ini adalah tiadanya persatuan dan kesatuan di antara mereka. Mereka terpecah-belah dalam negara-negara kecil yang jumlahnya tak kurang dari 50 negara!

Jika hal ini tidak disadari dan kaum Muslim mengisi Ramadhan hanya sekadar melaksanakan ibadah ritual sebagaimana biasanya, maka kaum Muslim akan tetap terbelit oleh berbagai masalah yang tak pernah habis-habisnya. Na'udzubilLâhi min dzâlik! 

—***—

Hikmah:

Allah SWT berfirman:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang beriman menundukkan kalbu-kalbu mereka untuk mengingat Allah dan pada kebenaran (Islam) yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diberi al-Kitab, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik (QS al-Hadid [57]: 16).
thumbnail Title : Kadar kemampuan manusia
Posted by : Kang Furqon
Published : 2018-05-26T23:28:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews

Amalan yang tidak bisa tembus hati

Baca Juga

KENAPA AMAL TIDAK MENEMBUS HATI


Wahai Saudaraku...
Jika amalan tidak menemukan jalan penghubung menuju hati, maka amalan itu tidak akan sampai pada hati, sehingga jiwalah yang akan menguasainya...

Meskipun ia terlihat beramal shalih, akan tetapi amalannya tidak sampai pada hatinya...

Terlihat pemilik jiwa itu menjadi orang yang paling zuhud, paling rajin beribadah, paling serius atau bersungguh-sungguh, namun pada hakikatnya ia menjadi orang yang paling jauh dari Allah 'Azza wa Jalla...

Malamnya shalat tahajjud, bahkan pada bulan Ramadhan tapi tetap saja ia membuka auratnya atau melihat aurat orang lain di pagi hari...

Siang harinya berpuasa, bahkan di bulan Ramadhan tapi tetap saja ia mengghibah di malam hari...

Dia membaca al-Qur'an, bahkan bisa khatam di bulan Ramadhan namun tetap saja ia tidak bisa meninggalkan perbuatan buruknya dengan merokok...

Dia selalu berdzikir kepada Allah, namun tetap saja bermaksiat kepada-Nya...

Dia shalat tapi tetap saja tidak dapat mencegah dirinya dari perbuatan keji dan mungkar...

Dia berdzikir tapi tetap saja tidak ada pengaruh dzikir yang seharusnya bisa mengusir syaithan...

Dia mendengarkan nasihat di majelis-mejelis ilmu atau membaca nasihat melalui hp dengan WA dll, dan matanya pun hampir meneteskan air mata, tapi ketika keluar dari rumah dan masjid, maka pertama kali yang dia lakukan adalah memandang para wanita yang memamerkan auratnya...

Kenapa ini bisa terjadi...! Lalu apa penyebabnya...!

Jawabannya adalah :

Sesungguhnya pada saat dia mengamalkan suatu amalan, maka amalannya tidak sampai menembus pada hatinya...

Perkataan yang dia dengar dan yang dia baca hanya berlalu di bagian luar hatinya saja...

Sehingga ketika hawa nafsu menyerangnya, kembalilah dia kepada maksiatnya. Saat itulah dia lupa akan segala sesuatu yang telah diketahuinya...

Inilah zaman ketika seseorang lebih sibuk dengan hawa nafsunya tetapi dibungkus dengan "Bungkusan Ilmu", seakan-akan sedang membela ilmu padahal sebenarnya ia sedang membela hawa nafsunya...

Jika amalan telah merasuk ke dalam hati niscaya dia akan menetap di dalamnya, lalu akan sampai kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala...

Maka Allah ridho terhadapnya, lalu Dia pun mengambil ubun-ubun dan hatinya kepada-Nya...

Sehingga dengan itu ia pun akhirnya
mampu untuk bertaqwa...
mampu untuk istiqomah...
mampu untuk bersabar...
mampu senantiasa ikhlas...
mampu untuk bersungguh-sungguh...
mampu menjauhi dosa dan maksiat...
mampu menjadikan akhirat selalu berada di hatinya dan dunia selalu berada di tangannya...
selalu mendahulukan Allah dan Rasul-Nya...
selalu mengikuti al-Qur'an dan as-Sunnah...

Wahai Saudaraku...

Derajat yang tinggi di sisi Allah tidak akan diraih kecuali setelah bersungguh-sungguh...

Sungguh-sungguh tidak akan ada kecuali setelah adanya rasa takut...

Rasa takut tidak akan ada kecuali setelah adanya keyakinan...

Keyakinan tidak akan ada kecuali setelah adanya ilmu...

Ilmu tidak akan ada kecuali setelah belajar...

Belajar sulit dilakukan jika tanpa adanya niat yang lurus, tekad yang kuat dan semangat yang tinggi...

Sungguh mengherankan sekali...

Bulan Ramadhan sedang dilewati...
tapi tetap saja tidak terbukanya hati untuk kembali takut dan harap serta bertaubat kepada Allah 'Azza wa Jalla...!

Wahai Saudaraku...

Janganlah engkau yakin, bahwa diri-diri ini sudah menjadi shalih...

Adakah engkau tahu bahwa shalat, puasa, shadaqah dll amal ibadah itu sudah diterima...?

Adakah engkau tahu bahwa maksiat yang pernah engkau lakukan itu sudah mendapatkan ampunan dari Allah...?

Adakah engkau tahu bahwa taubat yang engkau laksanakan sudah diterima oleh Allah...?

Orang-orang menangisi seseorang yang tubuhnya mati, tetapi tidak menangisi orang yang hatinya telah mati. Padahal kematian hati sejatinya lebih berat dan musibah yang lebih dahsyat...

Tetapi memang, "Tidaklah Luka Menyakiti Orang Yang Sudah Mati..."

Allah Ta'ala berfirman :

"...Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada" (QS. Al-Hajj [22]: 46)
thumbnail Title : Amalan yang tidak bisa tembus hati
Posted by : Kang Furqon
Published : 2018-05-26T23:18:00+07:00
Rating : 5
Reviewer : 99999 Reviews
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...